top of page

SITUS LEMURI & TANDUK SI BEJO

  • Jan 1, 2016
  • 1 min read

Ketika mencari makam Laksmana Keumalahayati siang tadi saya sempat tersesat. Secara tidak sengaja saya menemukan papan tulisan penunjuk arah Kerajaan Lemuri. Sayapun penasaran luar biasa, teringat tentang tanah Lemuria dalam cerita Atlantis yang hilang itu.

Sayapun menyusuri jalan setapak perbukitan terjal. Tiba-tiba ban blkg si bejo selip. Sayapun terjatuh dikubangan. Alhamdulillah hanya cedera ringan. Selain penyangga box yg patah, Wind protector si bejo sobek dan bentuknya jd mirip tanduk heehee (sambil tertawa kecut membayangkan harganya :D )

Gak apa-apa. Anggap itu inisiasi, bahwa si Bejo sudah sah, resmi diterima sebagai warga Sumatera. Sebab bentuk tanduknya mirip rumah minang, melayu, batak, aceh dan sumatra pd umumnya.

Kembali ke pokok soal, ternyata Lemuri itu nama kerajaan sebelum menjadi Aceh Darussalam. Sumber asing menyebut nama kerajaan tersebut "Lamuri", "Ramni", "Lambri", "Lan-li", "Lan-wu-li". Penulis Tionghoa Zhao Rugua (1225) misalnya mengatakan bahwa "Lan-wu-li" setiap tahun mengirim upeti ke "San-fo-chi" (Sriwijaya). Nagarakertagama (1365) menyebut "Lamuri" di antara daerah yang oleh Majapahit diaku sebagai bawahannya. Dalam Suma Oriental-nya, penulis Portugis Tomé Pires mencatat bahwa Lamuri tunduk kepada raja Aceh.

Syruuuppuutt Siang :)

Comments


Who's Behind The Blog
Recommanded Reading
Search By Tags
Follow "THIS JUST IN"
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Black Google+ Icon

Novel pertama saya berkisah tentang Perjuangan seorang aktivis lingkungan dan kemanusiaan yang berakhir tragis. Secara umum novel ini berkisah tentang konflik investasi pertambangan dan kepariwisataan dengan lokus view di Lombok.

Novel yang ditulis disela-sela kunjungan/muhibah budaya di Oman ini berkisah tentang percintaan antara seorang pemuda Indonesia dengan Gadis Arab yang berakhir tragis. Secara umum novel ini banyak mengekspolari khazanah budaya, sejarah, akar konflik dan konfigurasi perpolitikan di Timur tengah terutama terkait dengan dunia perminyakan serta ideologi keagamaan. 

Letusan Gunung TAMBORA di Pulau Sumbawa pada tahun 1815 sering dianggap sebagai letusan gunung berapi terbesar sepanjang abad modern dan mengubur 3 kerajaan di sekitarnya. Namun tidak banyak yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat itu, terutama di sekitar gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara (4700 mdpl) sebelum meletus itu. Novel ini berkisah tentang konflik di era kolonialisme akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19, dimana terjadi perubahan moda kolonialisme dari rempah-rempah menuju industri perkebunan.  

Please reload

bottom of page