top of page

HAI AKU SENT TO YOU, LOUNCHING on POS (Paox Open Stage)

  • Feb 25, 2017
  • 1 min read

Alhamdulillah acara Baca & Bincang puisi " Hai Aku Sent to you" karya Bang Noorca M. Massardi di POST (Paox Open Stage) berlangsung sangat asyik. Ada beberapa puisi dibacakan penulis serta rekan2 dan diskusi juga berlangsung sangat hidup. Acara juga dimeriahkan oleh Yo'i Akustik yg membawakan beberapa repertoar lagu2 Wing Sentot Irawan dan Komunitas Kalikuma yg membawakan lagu Bima cukup syahdu.

Sukoco Kongso-Seniman, teaterawan, Jurnalis- cukup jeli ketika membedah puisi/Haiku Bang Noorca M. Massardi. Menurutnya Haiku memang cukup memberikan tawaran estetik dan mampu mengembalikan "Marwah" bahasa ditengah gempuran banalisasi kebahasaan. Sedangkan DR. Aba Du Wahid lbh byk menyoroti kontens. Menurutnya Haiku Bang Noorca mampu menggiring pembacanya sampai pada ranah-ranah spiritual, profetik dg sangat lugas namun elegan.

Bagi saya pribadi acara ini seperti mengobati rindu di tengah minimnya diskursus/perbincangan sastra dan kebudayaan. Hampir setiap saat orang seakan hanya disibukkan oleh perdebatan politik dan sejenisnya. Seolah semua ruang, semua sudut hanyalah sebentuk ring bebas atau barangkali malah 'tempat sampah', dmn orang seakan bebas menumpahkan kesal dan mengumbar syahwat penistaan kepada siapa saja.

Setelah acara di POST (Lombok), selanjutnya akan digelar acara yg sama di ISI Jogjakarta dan di Bali. Tenkyuuuu semua yg hadir. Terutama Bang Noorca & Mbak Rayni N. Massardi. Mudah2an ada acara keren lagi di waktu2 mendatang. Syruuppuutt-Syruuppuutt...

Comments


Who's Behind The Blog
Recommanded Reading
Search By Tags
Follow "THIS JUST IN"
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Black Google+ Icon

Novel pertama saya berkisah tentang Perjuangan seorang aktivis lingkungan dan kemanusiaan yang berakhir tragis. Secara umum novel ini berkisah tentang konflik investasi pertambangan dan kepariwisataan dengan lokus view di Lombok.

Novel yang ditulis disela-sela kunjungan/muhibah budaya di Oman ini berkisah tentang percintaan antara seorang pemuda Indonesia dengan Gadis Arab yang berakhir tragis. Secara umum novel ini banyak mengekspolari khazanah budaya, sejarah, akar konflik dan konfigurasi perpolitikan di Timur tengah terutama terkait dengan dunia perminyakan serta ideologi keagamaan. 

Letusan Gunung TAMBORA di Pulau Sumbawa pada tahun 1815 sering dianggap sebagai letusan gunung berapi terbesar sepanjang abad modern dan mengubur 3 kerajaan di sekitarnya. Namun tidak banyak yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat itu, terutama di sekitar gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara (4700 mdpl) sebelum meletus itu. Novel ini berkisah tentang konflik di era kolonialisme akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19, dimana terjadi perubahan moda kolonialisme dari rempah-rempah menuju industri perkebunan.  

Please reload

bottom of page